Senin, 03 November 2014

PENGANTAR ADMINISTRASI BISNIS ( Fungsi Standar Sop dalam Kegiatan Bisnis )



MAKALAH
PENGANTAR ADMINISTRASI BISNIS
( Fungsi Standar Sop dalam Kegiatan Bisnis )













Disusun Oleh :

Nama       : Nuryati
Lia Yulianti
Ika Purnamasari
Ratna
Indrawan

SMKN I WARUNGGUNUNG
TAHUN AJARAN 2014/2015




KATA PENGANTAR


         Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pengantar administrasi perkantoran.

         Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

         Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Warunggunung, November 2014
Penyusun




DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
A.    Latar Belakang.............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah......................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 1
A.    Pengertian SOP............................................................................................. 2
B.     Tujuan dan penerapan SOP.......................................................................... 4
C.     Manfaat SOP................................................................................................ 5
D.    Cara pembuatan SOP.................................................................................... 6
E.     Pelaksanaan dan pengembangan SOP......................................................... 10
F.      Implementasi SOP....................................................................................... 11

BAB III PENUTUP............................................................................................... 13
A.    Kesimpulan.................................................................................................. 13
B.     Saran............................................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 14




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

      Salah satu aspek penting dalam mewujudkan sebuah perusahaan yang, efektif dan efisien adalah dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal ini dinilai penting karena Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan SOP juga merupakan alat penilaian kinerja sebuah perusahaan berdasarkan indikator indikator teknis, administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.

B.     Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas dapat kami rumuskan :
A.    Apa pengertian SOP ( Standar Operasional Prosedur ) ?
B.     Apa tujuan dari penerapan SOP ?
C.     Apa manfaat SOP ?
D.    Bagaimana cara pembuatan SOP ?
E.     Bagaimana pelaksanaan dan pengembangan SOP ?
F.      Bagaimana implementasi SOP










BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian SOP
1.      Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong  dan       menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.
2.      SOP merupakan tatacara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui   untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.

Tujuan SOP
1.      Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja
2.      petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
3.      Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam   organisasi
4.      Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
5.      Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau       kesalahan administrasi lainnya.
6.      Untuk menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi

Fungsi :
1.      Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
2.      Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
3.      Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
4.      Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
5.      Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.
Kapan SOP diperlukan
1.      SOP harus sudah ada sebelum suatu pekerjaan dilakukan
2.      SOP digunakan untuk menilai apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak
3.      Uji SOP sebelum dijalankan, lakukan revisi jika ada perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja.
Keuntungan adanya SOP
1.      SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten
2.      Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan
3.      SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.
      Dalam menjalankan operasional perusahaan , peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan.

Kerangka SOP yang saya buat diperusahaan adalah
I. Standar Operasi Prosedur isinya adalah sbb:
1. Pendahaluan
2. Maksud & Tujuan
3. Definisi
4. Prosedur (Prosedur Utama)
5. Lampiran

II. Proses Diagram Alur (berbentuk flowchart)
III. Standar Dokumen (Formulir2 yang digunakan)
IV. Petunjuk Teknis Pengisian Dokumen Standar

            Keteraturan dalam suatu perusahaan, tidak lepas dari keteraturan system yang ada. System yang baik, mengacu pada penaataan prosedur yang teratur, konsisten, berkelanjutan dan mudah diterapkan baik oleh orang dalam maupun pemain baru dalam perusahaan. SOP merupakan perangkat yang mendokumentasikan system dalam tahapan-tahapan dari aktivitas yang terjadi dalam suatu perusahaan.
Definisi SOP
            Standard Operating Procedure (SOP) SOP adalah dokumen tertulis yang memuat prosedur kerja secara rinci, tahap demi tahap dan sistematis. SOP memuat serangkaian instruksi secara tertulis tentang kegiatan rutin atau berulang-ulang yang dilakukan oleh sebuah organisasi. Untuk itu SOP juga dilengkapi dengan referensi, lampiran, formulir, diagram dan alur kerja (flow chart). SOP sering juga disebut sebagai manual SOP yang digunakan sebagai pedoman untuk mengarahkan dan mengevaluasi suatu pekerjaan (Aries, 2007) .
Implementasi SOP yang baik, akan menunjukkan konsistensi hasil kinerja, hasil produk dan proses pelayanan yang kesemuanya mengacu pada kemudahan karyawan dan kepuasan pelanggan.

B.     Tujuan dari Penerapan SOP
      SOP banyak diimplementasikan terutama di perusahaan, lembaga atau organisasi yang memerlukan kualitas pekerjaan sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu SOP dapat juga digunakan sebagai standar kualitas untuk menuju ke standar internasional (ISO). Penulisan dokumen dalam SOP perlu diterapkan untuk menghasilkan sistem kualitas dan teknis yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan dan untuk mendukung kualitas data informasi pada perusahaan. Penerapan SOP ini akan membantu perusahaan untuk mempertahankan kualiats control dan kualitas proses sehingga membawa perusahaan untuk tetap bertahan di persaingan dunia bisnis.
            Keteraturan dan kesistematisan dari prosedur ini, akan memudahkan antar satuan kerja yang ada dalam melaksanakan tanggung jawab dan tugasnya. hubungan timbal balik yang lancar akan mewujudkan keseimbangan kerja yang baik bagi karyawan dan mewujudkan performansi yang handal. Konsistensi terhadap system dapat terjamin meskipun kunci utama pemegang kerja resign maupun digantikan dengan orang lain. Peraturan tertulis SOP memudahkan seseorang melakukan suatu kerja dengan selamat tanpa adanya masalah terhadap keselamatan diri atau pun pada peralatan yang di gunakan tanpa bantuan orang lain.

      Tujuan utama dari penerapan SOP adalah agar tidak terjadi kesalahan dalam pengerjaan suatu proses kerja yang dirancang dari SOP. Dari setiap teori telah dikemukakan, diketahui bahwa tujuan dari SOP adalah untuk memudahkan dan menyamakan persepsi semua orang yang memanfaatkannya dan untuk lebih memahami setiap langkah kegiatan yang harus dilaksanakannya (digilib.petra.ac.id).
Adapun tujuan – tujuan dari Standard Operating Procedure antara lain sebagai berikut :
1. Agar pekerja dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan suatu prosedur         kerja.
2. Agar pekerja dapat mengetahui dengan jelas peran dan posisi mereka dalam       perusahaan.
3. Memberikan keterangan atau kejelasan tentang alur proses kerja, tanggung          jawab, dan staff terkait dalam proses tersebut.
4. Memberikan keterangan tentang dokumen – dokumen yang dibutuhkan dalam   suatu proses kerja.
5. Memepermudah perusahaan dalam mengetahui terjadinya inefisiensi proses         dalam suatu prosedur kerja.

C. Manfaat SOP
     Jika SOP dijalankan dengan benar maka perusahaan akan mendapat banyak manfaat dari penerapan SOP tersebut, adapun manfaat dari SOP adalah sebagai berikut :
1. Memberikan penjelasan tentang prosedur kegiatan secara detail dan terinci         dengan jelas dan sebagai dokumentasi aktivitas proses bisnis perusahaan.
2.   Meminimalisasi variasi dan kesalahan dalam suatu prosedur operasional kerja.
3.   Memepermudah dan menghemat waktu dan tenaga dalam program training      karyawan.
4.   Menyamaratakan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh semua pihak.
5. Membantu dalam melakukan evaluasi dan penilaian terhadap setiap proses          operasional dalam perusahaan.
6.   Membantu mengendalikan dan mengantisipasi apabila terdapat suatu    perubahan        kebijakan.
7. Mempertahankan kualitas perusahaan melalui konsistensi kerja karena     perusahaan telah memilki sistem kerja yang sudah jelas dan terstruktur secara          sistematis.

D.    Cara Pembuatan SOP
      Kesalahan pembuatan SOP dapat menyebabkan hasil yang ingin dicapai oleh perusahaan menjadi tidak maksimal. pembuatan SOP harus mengikuti prosedur dan langkah-langkah yang sudah teruji dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: (www.epa.gov)
1. SOP harus ditulis dan menjelaskan secara singkat langkah demi langkah,            fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi yang berubah
2. Tampilan SOP harus mudah dibaca dan dimengerti dengan cepat dan berusaha mendapatkan arus pekerjaan yang sebaik-baiknya
3. Menggunakan kata kerja dalam kalimat aktif bukan kalimat pasif. Pembaca        SOP diharapkan melakukan sesuatu bukan mengharap melakukan sesuatu.           Contoh: ‘Kirim spesifikasi ke vendor’ bukan ‘Spesifikasi dikirim ke vendor’.
4.   Menggunakan pernyataan positif, bukan pernyataan negatif. Contoh:    ‘Lengkapi        lembar kerja buku dan kembalikan ke pengadaan’ bukan ‘Jangan     dikembalikan sebelum lembar kerja dilengkapi’.
5. Menggunakan instruksi yang singkat dan jelas dalam satu kalimat. Contoh:         ‘Kirim buku ke Bagian Pengolahan’
6. Spesialisasi harus dipergunakan sebaik-baiknya, mencegah kekembaran   (duplikasi) pekerjaan dan harus ada pengecualian yang seminimun-minimunya     terhadap peraturan
7. Pencegahan penulisan, gerakan dan usaha yang tidak perlu dan mencegah           adanya pemeriksaan yang tidak perlu
8. Pembagian tugas tepat dan memberikan pengawasan yang terus menerus atas     pekerjaan yang dilakukan
9. Tiap pekerjaan yang diselesaikan harus memajukan pekerjaan dengan      memperhatikan tujuan
10. Pekerjaan tata usaha harus diselenggarakan sampai yang minimum

      SOP dibuat untuk lingkungan kerja tertentu tergantung pada kondisi dan prosedur kerja yang sedang berlangsung. SOP sebaiknya tidak dibuat oleh satu orang tapi sekelompok orang (tim) yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup dalam bidang pekerjaan di lingkungannya. Pembuatan SOP ini melibatkan beberapa pihak diantaranya sebagai berikut:
1. Pengurus Operasi (Operation Manager)
     Pengurus Operasi akan mengarahkan seseorang penulis SOP untuk membuat SOP dengan menyediakan garis panduan. Pengurus operasi juga mengkaji semua prosedur yang digunakan sekurang-kurangnya sekali setahun bergantung kepada keadaan.
2. Penulis SOP (Procedure Writer)
     Procedure Writer akan membuat SOP tersebut.
3. Manajer Kualitas (Quality Manager)
     Manajer Kualitas akan memahami dan merupakan orang yang bertanggungjawab meluluskan prosedur tersebut.
4. Pengguna/pekerja (User)
     Pengguna akan melaksanakan prosedur tersebut.
Tahap penting dalam penyusunan standar operasional prosedur adalah melakukan analisis sistem dan prosedur kerja, analisis tugas, dan melakukan analisis prosedur kerja. (www.akademik.unsri.ac.id)
1. Analisis sistem dan prosedur kerja
     Analisis sistem dan prosedur kerja adalah kegiatan mengidentifikasikan fungsi – fungsi utama dalam suatu pekerjaan, dan langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan fungsi sistem dan prosedur kerja. Sistem adalah kesatuan unsur atau unit yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi sedemikian rupa, sehingga muncul dalam bentuk keseluruhan, bekerja, berfungsi atau bergerak secara harmonis yang ditopang oleh sejumlah prosedur yang diperlukan, sedang prosedur merupakan urutan kerja atau kegiatan yang terencana untuk menangani pekerjaan yang berulang dengan cara seragam dan terpadu.
2. Analisis Tugas
      Analisis tugas merupakan proses manajemen yang merupakan penelaahan yang mendalam dan teratur terhadap suatu pekerjaan, karena itu analisa tugas diperlukan dalam setiap perencanaan dan perbaikan organisasi. Analisa tugas diharapkan dapat memberikan keterangan mengenai pekerjaan, sifat pekerjaan, syarat pejabat, dan tanggung jawab pejabat. Di bidang manajemen dikenal sedikitnya 5 aspek yang berkaitan langsung dengan analisis tugas yaitu :
a. Analisa tugas, merupakan penghimpunan informasi dengan sistematis dan           penetapan seluruh unsur yang tercakup dalam pelaksanaan tugas khusus.
b. Deskripsi tugas, merupakan garis besar data informasi yang dihimpun dari          analisa tugas, disajikan dalam bentuk terorganisasi yang mengidentifikasikan dan menjelaskan isi tugas atau jabatan tertentu. Deskripsi tugas harus disusun berdasarkan fungsi atau posisi, bukan individual; merupakan dokumen umum apabila terdapat sejumlah personel memiliki fungsi yang sama; dan mengidentifikasikan individual dan persyaratan kualifikasi untuk mereka serta harus dipastikan bahwa mereka memahami dan menyetujui terhadap wewenang dan tanggung jawab yang didefinisikan itu.
c. Spesifikasi tugas, berisi catatan-catatan terperinci mengenai kemampuan             pekerja untuk tugas spesifik
d. Penilaian tugas, berupa prosedur penggolongan dan penentuan kualitas tugas untuk menetapkan serangkaian nilai moneter untuk setiap tugas spesifik dalam hubungannya dengan tugas lain
e. Pengukuran kerja dan penentuan standar tugas merupakan prosedur penetapan   waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas dan menetapkan ukuran yang dipergunakan untuk menghitung tingkat pelaksanaan pekerjaan.
Melalui analisa tugas ini tugas-tugas dapat dibakukan, sehingga dapat dibuat pelaksanaan tugas yang baku. Setidaknya ada dua manfaat analisis tugas dalam penyusunan standar operasional prosedur yaitu membuat penggolongan pekerjaan yang direncanakan dan dilaksanakan serta menetapkan hubungan kerja dengan sistematis.
3. Analisis prosedur kerja
      Analisis prosedur kerja adalah kegiatan untuk mengidentifikasi urutan langkah –langkah pekerjaan yang berhubungan apa yang dilakukan, bagaimana hal tersebut dilakukan, bilamana hal tersebut dilakukan, dimana hal tersebut dilakukan, dan siapa yang melakukannya. Prosedur diperoleh dengan merencanakan terlebih dahulu bermacam-macam langkah yang dianggap perlu untuk melaksanakan pekerjaan. Dengan demikian prosedur kerja dapat dirumuskan sebagai serangkaian langkah pekerjaan yang berhubungan, biasanya dilaksanakan oleh lebih dari satu orang, yang membentuk suatu cara tertentu dan dianggap baik untuk melakukan suatu keseluruhan tahap yang penting.
      Analisis terhadap prosedur kerja akan menghasilkan suatu diagram alur (flow chart) dari aktivitas organisasi dan menentukan hal-hal kritis yang akan mempengaruhi keberhasilan organisasi. Aktivitas-aktivitas kritis ini perlu didokumetasikan dalam bentuk prosedur – prosedur dan selanjutnya memastikan bahwa fungsi-fungsi dan aktivitas itu dikendalikan oleh prosedur-prosedur kerja yang telah terstandarisasi. Prosedur kerja merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan tujuan organisasi sebab prosedur memberikan beberapa keuntungan antara lain memberikan pengawasan yang lebih baik mengenai apa yang dilakukan dan bagaimana hal tersebut dilakukan; mengakibatkan penghematan dalam biaya tetap dan biaya tambahan; dan membuat koordinasi yang lebih baik di antara bagian-bagian yang berlainan.
      Perubahan SOP dapat dilakukan apabila terjadi perubahan kebijakan Pemerintah atau SOP dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat dan sudah tidak dapat mewakili kondisi di lapangan maka perlu dilakukan revisi atau perbaikan SOP yaitu dengan perubahan atau hanya penyesuaian. Perubahan SOP dilakukan melalui proses penyusunan SOP baru sesuai tata cara yang telah dikemukakan. Untuk itu, penggunaan SOP perlu ditinjau ulang dan dikuatkan oleh manajemen, khususnya oleh supervisor langsung.

E.     Pelaksanaan dan Pengembangan SOP
      Terdapat tujuh langkah untuk mendeskripsikan suatu metode agar dapat membuat suatu bentuk SOP yang baik dan benar, sehingga mudah untuk dipahami oleh pengguna SOP tersebut. Berikut adalah tujuh langkah untuk membuat SOP yang baik dan benar (digilib.petra.ac.id).
1. Perencanaan tujuan awal pembuatan SOP
     Dengan adanya tujuan yang ingin dicapai, pihak manajemen dapat menysusun langkah – langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, serta dapat mengetahui dan mengevaluasi keberhasilan dari penerapan SOP tersebut.
2. Perancangan awal
      Jika bentuk SOP yang akan digunakan adalah simple steps, hierarchical steps atau graphic format, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat tahapan dari proses yang ada dan yang harus dijalankan. Jika bentuk SOP yanga akan digunakan adalah flowchart, maka langkah awal yang haruss dilakukan adalah menentukan permasalahan yang akan diselesaikan.
3. Evaluasi Internal
      Setelah rancangan awal dibuat, sebaiknya rancangan tersebut dievaluasi oleh seluruh anggota perusahaan yang terlibat sehingga dapat diketahui kekurangan serta kesalahan yang terdapat pada rancangan awal tersebut dan kemudian meminta saran, kritik dan usulan yang membangun. Dengan melibatkan seluruh anggota perusahaan yang terlibat dalam SOP tersebut, maka proses pemahaman dan penerapan akan berjalan dengan lebih mudah.
4. Evaluasi Eksternal
      Pada tahap evaluasi eksternal, dibutuhkan tim penasehat yang berasal dari luar perusahaan untuk menilai rancangan yang telah dibuat dan memberikan saran, kritik dan usulan yang dapat membangun pembuatan SOP tersebut. Pihak eksternal dari perusahaan tentu dapat menilai rancangan dengan lebih objektif, dikarenakan mereka tidak terlibat langsung dalam proses penerapan SOP.
5. Pengujian
      Tahap pengujian dilakukan untuk mengetahui SOP yang dibuat telah seusai dengan standard yang ditetapkan oleh pihak manajemen dan kemudian hasil pengujian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam melakukan perbaikan dan pengembangan.
6. Perbaikan
      Setelah dilakukan tahap pengujian, dapat diketahui kekurangan dan kesalahan dalam SOP yang telah dibuat dan kemudian dapat segera dilakukan perbaikan sehingga SOP dapat berjalan dengan lebih maksimal. Pada tahap ini juga dapat dilakukan pelatihan bagi para pekerja agar dapat memanfaatkan SOP sebagai alat bantu untuk memepermudah mereka dalam menjalankan pekerjaan.
7. Pengaplikasian
      Setelah SOP telah selesai dibuat dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, kemudian dilakukan pengaplikasian di seluruh divisi dalam perusahaan sehingga tujuan awal yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan maksimal.

F.     Implementasi SOP
      Proses implemenatsi SOP termasuk setiap langkah yang dibutuhkan untuk memeprkenalkan SOP kepada setiap orang yang terlibat dalam SOP tersebut dan menjadikan SOP sebagai bagian penting dalam setiap operasi rutin. Proses implementasi harus dirancang sedemikian rupa untuk memastikan bahwa :
1. Setiap orang dalam perusahaan mendapat informasi dan penjelasan mengenai     SOP yang telah diperbaiki ataupun SOP yang baru.
2. Rekapan dokumen SOP didistribusikan sesuai dengan kebutuhan dan dapat       diakses dengan mudah oleh seluruh anggota perusahaan, terutama yang   terlibat langsung dalam SOP tersebut.
3. Setiap personil dalam perusahaan mengerti peran dan memiliki pengetahuan       dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menerapkan SOP dengan benar dan     efektif termasuk pemahaman mengenai konsekuensi jika terjadi kesalahan         dalam penerapan SOP tersebut.
4. Terdapat personil yang bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya proses,     mengidentifikasi permasalahan – permasalahan yang mungkin terjadi dan         memberikan dukungan dalam proses implementasi SOP tersebut.





















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
      Dalam menjalankan operasional perusahaan , peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan.

      Keteraturan dan kesistematisan dari prosedur ini, akan memudahkan antar satuan kerja yang ada dalam melaksanakan tanggung jawab dan tugasnya. hubungan timbal balik yang lancar akan mewujudkan keseimbangan kerja yang baik bagi karyawan dan mewujudkan performansi yang handal. Konsistensi terhadap system dapat terjamin meskipun kunci utama pemegang kerja resign maupun digantikan dengan orang lain. Peraturan tertulis SOP memudahkan seseorang melakukan suatu kerja dengan selamat tanpa adanya masalah terhadap keselamatan diri atau pun pada peralatan yang di gunakan tanpa bantuan orang lain.

B.     Saran
      Sop sangat penting untuk menggapai tujuan sebuah perusahaan karena didalamnya tertera ketentuan-ketentuan yang sifatnya mengarahkan sebuah perusahaan kedalam pencapaian tujuan.  






DAFTAR PUSTAKA





Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.