MAKALAH
PENGANTAR ADMINISTRASI BISNIS
( Fungsi Standar Sop dalam Kegiatan Bisnis )
Disusun Oleh :
Nama : Nuryati
Lia
Yulianti
Ika
Purnamasari
Ratna
Indrawan
SMKN I WARUNGGUNUNG
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam pengantar administrasi perkantoran.
Harapan
saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Makalah
ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat
kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Warunggunung, November 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
A. Latar Belakang.............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................ 1
A. Pengertian SOP............................................................................................. 2
B. Tujuan dan penerapan SOP.......................................................................... 4
C. Manfaat SOP................................................................................................ 5
D. Cara pembuatan SOP.................................................................................... 6
E. Pelaksanaan dan pengembangan SOP......................................................... 10
F. Implementasi SOP....................................................................................... 11
BAB III PENUTUP............................................................................................... 13
A. Kesimpulan.................................................................................................. 13
B. Saran............................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Salah
satu aspek penting dalam mewujudkan sebuah perusahaan yang, efektif dan efisien
adalah dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal ini dinilai
penting karena Standar Operasional Prosedur adalah pedoman atau acuan untuk
melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan SOP juga merupakan alat
penilaian kinerja sebuah perusahaan berdasarkan indikator indikator teknis,
administrasif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur dan sistem
kerja pada unit kerja yang bersangkutan.
B. Rumusan
Masalah
Dari uraian latar belakang diatas
dapat kami rumuskan :
A. Apa pengertian SOP ( Standar
Operasional Prosedur ) ?
B.
Apa
tujuan dari penerapan SOP ?
C.
Apa
manfaat SOP ?
D.
Bagaimana
cara pembuatan SOP ?
E.
Bagaimana
pelaksanaan dan pengembangan SOP ?
F.
Bagaimana
implementasi SOP
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian SOP
1. Suatu standar/pedoman tertulis yang
dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan
suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.
2. SOP merupakan tatacara atau tahapan
yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk
menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.
Tujuan SOP
1. Agar
petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja
2. petugas/pegawai
atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
3. Agar mengetahui
dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi
4. Memperjelas
alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
5. Melindungi
organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan administrasi lainnya.
6. Untuk
menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi
Fungsi :
1. Memperlancar tugas petugas/pegawai
atau tim/unit kerja.
2. Sebagai dasar hukum bila terjadi
penyimpangan.
3. Mengetahui dengan jelas
hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
4. Mengarahkan petugas/pegawai untuk
sama-sama disiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman dalam melaksanakan
pekerjaan rutin.
Kapan
SOP diperlukan
1. SOP harus sudah ada sebelum suatu
pekerjaan dilakukan
2. SOP digunakan untuk menilai apakah
pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak
3. Uji SOP sebelum dijalankan, lakukan
revisi jika ada perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan
kerja.
Keuntungan
adanya SOP
1. SOP yang baik akan menjadi pedoman
bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan
diselesaikan secara konsisten
2. Para pegawai akan lebih memiliki
percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap
pekerjaan
3. SOP juga bisa dipergunakan sebagai
salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.
Dalam menjalankan
operasional perusahaan , peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang
sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur
sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia
yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan.
Kerangka
SOP yang saya buat diperusahaan adalah
I. Standar Operasi Prosedur isinya
adalah sbb:
1. Pendahaluan
2. Maksud & Tujuan
3. Definisi
4. Prosedur (Prosedur Utama)
5. Lampiran
1. Pendahaluan
2. Maksud & Tujuan
3. Definisi
4. Prosedur (Prosedur Utama)
5. Lampiran
II. Proses Diagram Alur (berbentuk flowchart)
III. Standar Dokumen (Formulir2 yang digunakan)
IV. Petunjuk Teknis Pengisian Dokumen Standar
Keteraturan dalam suatu perusahaan, tidak
lepas dari keteraturan system yang ada. System yang baik, mengacu pada
penaataan prosedur yang teratur, konsisten, berkelanjutan dan mudah diterapkan
baik oleh orang dalam maupun pemain baru dalam perusahaan. SOP merupakan
perangkat yang mendokumentasikan system dalam tahapan-tahapan dari aktivitas
yang terjadi dalam suatu perusahaan.
Definisi
SOP
Standard
Operating Procedure
(SOP) SOP adalah dokumen tertulis yang memuat prosedur kerja secara rinci,
tahap demi tahap dan sistematis. SOP memuat serangkaian instruksi secara
tertulis tentang kegiatan rutin atau berulang-ulang yang dilakukan oleh sebuah
organisasi. Untuk itu SOP juga dilengkapi dengan referensi, lampiran, formulir,
diagram dan alur kerja (flow chart). SOP sering juga
disebut sebagai manual SOP yang digunakan sebagai pedoman untuk mengarahkan dan
mengevaluasi suatu pekerjaan (Aries, 2007) .
Implementasi
SOP yang baik, akan menunjukkan konsistensi hasil kinerja, hasil produk dan
proses pelayanan yang kesemuanya mengacu pada kemudahan karyawan dan kepuasan
pelanggan.
B.
Tujuan dari Penerapan SOP
SOP banyak
diimplementasikan terutama di perusahaan, lembaga atau organisasi yang
memerlukan kualitas pekerjaan sehingga dapat menghasilkan produk yang
berkualitas. Selain itu SOP dapat juga digunakan sebagai standar kualitas untuk
menuju ke standar internasional (ISO). Penulisan dokumen dalam SOP perlu
diterapkan untuk menghasilkan sistem kualitas dan teknis yang konsisten dan
sesuai dengan kebutuhan dan untuk mendukung kualitas data informasi pada
perusahaan. Penerapan SOP ini akan membantu perusahaan untuk mempertahankan
kualiats control dan kualitas proses sehingga membawa perusahaan untuk tetap
bertahan di persaingan dunia bisnis.
Keteraturan dan kesistematisan dari
prosedur ini, akan memudahkan antar satuan kerja yang ada dalam melaksanakan
tanggung jawab dan tugasnya. hubungan timbal balik yang lancar akan mewujudkan
keseimbangan kerja yang baik bagi karyawan dan mewujudkan performansi yang
handal. Konsistensi terhadap system dapat terjamin meskipun kunci
utama pemegang kerja resign maupun digantikan dengan orang lain.
Peraturan tertulis SOP memudahkan seseorang melakukan suatu kerja dengan
selamat tanpa adanya masalah terhadap keselamatan diri atau pun pada peralatan
yang di gunakan tanpa bantuan orang lain.
Tujuan
utama dari penerapan SOP adalah agar tidak terjadi kesalahan dalam pengerjaan
suatu proses kerja yang dirancang dari SOP. Dari setiap teori telah
dikemukakan, diketahui bahwa tujuan dari SOP adalah untuk memudahkan dan
menyamakan persepsi semua orang yang memanfaatkannya dan untuk lebih memahami setiap
langkah kegiatan yang harus dilaksanakannya (digilib.petra.ac.id).
Adapun tujuan – tujuan dari Standard Operating
Procedure antara lain sebagai berikut :
1. Agar pekerja dapat menjaga
konsistensi dalam menjalankan suatu prosedur kerja.
2. Agar pekerja dapat mengetahui dengan
jelas peran dan posisi mereka dalam perusahaan.
3. Memberikan keterangan atau kejelasan tentang alur proses
kerja, tanggung jawab, dan staff
terkait dalam proses tersebut.
4. Memberikan keterangan tentang dokumen – dokumen yang dibutuhkan
dalam suatu proses kerja.
5. Memepermudah perusahaan dalam mengetahui terjadinya inefisiensi
proses dalam suatu prosedur
kerja.
C. Manfaat
SOP
Jika SOP
dijalankan dengan benar maka perusahaan akan mendapat banyak manfaat dari
penerapan SOP tersebut, adapun manfaat dari SOP adalah sebagai berikut :
1. Memberikan penjelasan tentang prosedur kegiatan secara
detail dan terinci dengan jelas
dan sebagai dokumentasi aktivitas proses bisnis perusahaan.
2. Meminimalisasi
variasi dan kesalahan dalam suatu prosedur operasional kerja.
3. Memepermudah
dan menghemat waktu dan tenaga dalam program training karyawan.
4. Menyamaratakan
seluruh kegiatan yang dilakukan oleh semua pihak.
5. Membantu dalam melakukan evaluasi
dan penilaian terhadap setiap proses operasional
dalam perusahaan.
6. Membantu
mengendalikan dan mengantisipasi apabila terdapat suatu perubahan kebijakan.
7. Mempertahankan kualitas perusahaan
melalui konsistensi kerja karena perusahaan
telah memilki sistem kerja yang sudah jelas dan terstruktur secara sistematis.
D.
Cara Pembuatan SOP
Kesalahan
pembuatan SOP dapat menyebabkan hasil yang ingin dicapai oleh perusahaan
menjadi tidak maksimal. pembuatan SOP harus mengikuti prosedur dan langkah-langkah
yang sudah teruji dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
(www.epa.gov)
1. SOP harus ditulis dan menjelaskan secara singkat langkah
demi langkah, fleksibel dan
dapat disesuaikan dengan kondisi yang berubah
2. Tampilan SOP harus mudah dibaca dan dimengerti dengan
cepat dan berusaha mendapatkan arus
pekerjaan yang sebaik-baiknya
3. Menggunakan kata kerja dalam kalimat
aktif bukan kalimat pasif. Pembaca SOP
diharapkan melakukan sesuatu bukan mengharap melakukan sesuatu. Contoh: ‘Kirim spesifikasi ke
vendor’ bukan ‘Spesifikasi dikirim ke vendor’.
4. Menggunakan
pernyataan positif, bukan pernyataan negatif. Contoh: ‘Lengkapi lembar
kerja buku dan kembalikan ke pengadaan’ bukan ‘Jangan dikembalikan sebelum lembar kerja dilengkapi’.
5. Menggunakan instruksi yang singkat dan jelas dalam satu
kalimat. Contoh: ‘Kirim buku ke Bagian Pengolahan’
6. Spesialisasi harus dipergunakan sebaik-baiknya, mencegah
kekembaran (duplikasi) pekerjaan dan
harus ada pengecualian yang seminimun-minimunya terhadap peraturan
7. Pencegahan penulisan, gerakan dan usaha yang tidak perlu
dan mencegah adanya pemeriksaan
yang tidak perlu
8. Pembagian tugas tepat dan memberikan
pengawasan yang terus menerus atas pekerjaan
yang dilakukan
9. Tiap pekerjaan yang diselesaikan
harus memajukan pekerjaan dengan memperhatikan
tujuan
10. Pekerjaan tata usaha harus diselenggarakan sampai
yang minimum
SOP
dibuat untuk lingkungan kerja tertentu tergantung pada kondisi dan prosedur
kerja yang sedang berlangsung. SOP sebaiknya tidak dibuat oleh satu orang tapi
sekelompok orang (tim) yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup
dalam bidang pekerjaan di lingkungannya. Pembuatan SOP ini melibatkan beberapa
pihak diantaranya sebagai berikut:
1.
Pengurus Operasi (Operation Manager)
Pengurus Operasi
akan mengarahkan seseorang penulis SOP untuk membuat SOP dengan menyediakan
garis panduan. Pengurus operasi juga mengkaji semua prosedur yang digunakan
sekurang-kurangnya sekali setahun bergantung kepada keadaan.
2.
Penulis SOP (Procedure Writer)
Procedure
Writer akan membuat SOP tersebut.
3.
Manajer Kualitas (Quality Manager)
Manajer Kualitas
akan memahami dan merupakan orang yang bertanggungjawab meluluskan prosedur
tersebut.
4.
Pengguna/pekerja (User)
Pengguna akan
melaksanakan prosedur tersebut.
Tahap penting dalam penyusunan standar operasional
prosedur adalah melakukan analisis sistem dan prosedur kerja, analisis tugas,
dan melakukan analisis prosedur kerja. (www.akademik.unsri.ac.id)
1. Analisis sistem dan
prosedur kerja
Analisis sistem
dan prosedur kerja adalah kegiatan mengidentifikasikan fungsi – fungsi utama
dalam suatu pekerjaan, dan langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan
fungsi sistem dan prosedur kerja. Sistem adalah kesatuan unsur atau unit yang
saling berhubungan dan saling mempengaruhi sedemikian rupa, sehingga muncul
dalam bentuk keseluruhan, bekerja, berfungsi atau bergerak secara harmonis yang
ditopang oleh sejumlah prosedur yang diperlukan, sedang prosedur merupakan
urutan kerja atau kegiatan yang terencana untuk menangani pekerjaan yang
berulang dengan cara seragam dan terpadu.
2.
Analisis Tugas
Analisis tugas
merupakan proses manajemen yang merupakan penelaahan yang mendalam dan teratur
terhadap suatu pekerjaan, karena itu analisa tugas diperlukan dalam setiap
perencanaan dan perbaikan organisasi. Analisa tugas diharapkan dapat memberikan
keterangan mengenai pekerjaan, sifat pekerjaan, syarat pejabat, dan tanggung
jawab pejabat. Di bidang manajemen dikenal sedikitnya 5 aspek yang berkaitan
langsung dengan analisis tugas yaitu :
a. Analisa tugas, merupakan penghimpunan informasi dengan
sistematis dan penetapan seluruh
unsur yang tercakup dalam pelaksanaan tugas khusus.
b. Deskripsi tugas, merupakan garis besar data informasi
yang dihimpun dari analisa tugas,
disajikan dalam bentuk terorganisasi yang mengidentifikasikan dan menjelaskan
isi tugas atau jabatan tertentu. Deskripsi tugas harus disusun berdasarkan
fungsi atau posisi, bukan individual; merupakan dokumen umum apabila terdapat
sejumlah personel memiliki fungsi yang sama; dan mengidentifikasikan individual
dan persyaratan kualifikasi untuk mereka serta harus dipastikan bahwa mereka
memahami dan menyetujui terhadap wewenang dan tanggung jawab yang didefinisikan
itu.
c. Spesifikasi tugas, berisi catatan-catatan terperinci
mengenai kemampuan pekerja
untuk tugas spesifik
d.
Penilaian tugas, berupa prosedur penggolongan dan penentuan kualitas tugas
untuk menetapkan serangkaian nilai moneter untuk setiap tugas spesifik dalam
hubungannya dengan tugas lain
e. Pengukuran kerja dan penentuan standar tugas merupakan
prosedur penetapan waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan setiap tugas dan menetapkan ukuran yang dipergunakan untuk
menghitung tingkat pelaksanaan pekerjaan.
Melalui analisa tugas ini tugas-tugas dapat dibakukan,
sehingga dapat dibuat pelaksanaan tugas yang baku. Setidaknya ada dua manfaat
analisis tugas dalam penyusunan standar operasional prosedur yaitu membuat
penggolongan pekerjaan yang direncanakan dan dilaksanakan serta menetapkan
hubungan kerja dengan sistematis.
3.
Analisis prosedur kerja
Analisis prosedur
kerja adalah kegiatan untuk mengidentifikasi urutan langkah –langkah pekerjaan
yang berhubungan apa yang dilakukan, bagaimana hal tersebut dilakukan, bilamana
hal tersebut dilakukan, dimana hal tersebut dilakukan, dan siapa yang
melakukannya. Prosedur diperoleh dengan merencanakan terlebih dahulu
bermacam-macam langkah yang dianggap perlu untuk melaksanakan pekerjaan. Dengan
demikian prosedur kerja dapat dirumuskan sebagai serangkaian langkah pekerjaan
yang berhubungan, biasanya dilaksanakan oleh lebih dari satu orang, yang
membentuk suatu cara tertentu dan dianggap baik untuk melakukan suatu
keseluruhan tahap yang penting.
Analisis terhadap
prosedur kerja akan menghasilkan suatu diagram alur (flow chart) dari
aktivitas organisasi dan menentukan hal-hal kritis yang akan mempengaruhi
keberhasilan organisasi. Aktivitas-aktivitas kritis ini perlu didokumetasikan
dalam bentuk prosedur – prosedur dan selanjutnya memastikan bahwa fungsi-fungsi
dan aktivitas itu dikendalikan oleh prosedur-prosedur kerja yang telah
terstandarisasi. Prosedur kerja merupakan salah satu komponen penting dalam
pelaksanaan tujuan organisasi sebab prosedur memberikan beberapa keuntungan
antara lain memberikan pengawasan yang lebih baik mengenai apa yang dilakukan
dan bagaimana hal tersebut dilakukan; mengakibatkan penghematan dalam biaya
tetap dan biaya tambahan; dan membuat koordinasi yang lebih baik di antara
bagian-bagian yang berlainan.
Perubahan SOP
dapat dilakukan apabila terjadi perubahan kebijakan Pemerintah atau SOP
dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat dan sudah
tidak dapat mewakili kondisi di lapangan maka perlu dilakukan revisi atau
perbaikan SOP yaitu dengan perubahan atau hanya penyesuaian. Perubahan SOP
dilakukan melalui proses penyusunan SOP baru sesuai tata cara yang telah
dikemukakan. Untuk itu, penggunaan SOP perlu ditinjau ulang dan dikuatkan oleh
manajemen, khususnya oleh supervisor langsung.
E.
Pelaksanaan dan Pengembangan SOP
Terdapat tujuh
langkah untuk mendeskripsikan suatu metode agar dapat membuat suatu bentuk SOP
yang baik dan benar, sehingga mudah untuk dipahami oleh pengguna SOP tersebut.
Berikut adalah tujuh langkah untuk membuat SOP yang baik dan benar
(digilib.petra.ac.id).
1.
Perencanaan tujuan awal pembuatan SOP
Dengan adanya
tujuan yang ingin dicapai, pihak manajemen dapat menysusun langkah – langkah
yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, serta dapat mengetahui dan
mengevaluasi keberhasilan dari penerapan SOP tersebut.
2.
Perancangan awal
Jika bentuk SOP
yang akan digunakan adalah simple steps, hierarchical steps atau graphic
format, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat tahapan dari
proses yang ada dan yang harus dijalankan. Jika bentuk SOP yanga akan digunakan
adalah flowchart, maka langkah awal yang haruss dilakukan adalah
menentukan permasalahan yang akan diselesaikan.
3.
Evaluasi Internal
Setelah rancangan
awal dibuat, sebaiknya rancangan tersebut dievaluasi oleh seluruh anggota
perusahaan yang terlibat sehingga dapat diketahui kekurangan serta kesalahan
yang terdapat pada rancangan awal tersebut dan kemudian meminta saran, kritik dan
usulan yang membangun. Dengan melibatkan seluruh anggota perusahaan yang
terlibat dalam SOP tersebut, maka proses pemahaman dan penerapan akan berjalan
dengan lebih mudah.
4.
Evaluasi Eksternal
Pada tahap
evaluasi eksternal, dibutuhkan tim penasehat yang berasal dari luar perusahaan
untuk menilai rancangan yang telah dibuat dan memberikan saran, kritik dan
usulan yang dapat membangun pembuatan SOP tersebut. Pihak eksternal dari
perusahaan tentu dapat menilai rancangan dengan lebih objektif, dikarenakan mereka
tidak terlibat langsung dalam proses penerapan SOP.
5.
Pengujian
Tahap pengujian
dilakukan untuk mengetahui SOP yang dibuat telah seusai dengan standard yang
ditetapkan oleh pihak manajemen dan kemudian hasil pengujian dapat digunakan
sebagai bahan evaluasi dalam melakukan perbaikan dan pengembangan.
6.
Perbaikan
Setelah dilakukan
tahap pengujian, dapat diketahui kekurangan dan kesalahan dalam SOP yang telah
dibuat dan kemudian dapat segera dilakukan perbaikan sehingga SOP dapat
berjalan dengan lebih maksimal. Pada tahap ini juga dapat dilakukan pelatihan
bagi para pekerja agar dapat memanfaatkan SOP sebagai alat bantu untuk
memepermudah mereka dalam menjalankan pekerjaan.
7.
Pengaplikasian
Setelah SOP telah
selesai dibuat dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, kemudian
dilakukan pengaplikasian di seluruh divisi dalam perusahaan sehingga tujuan
awal yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan maksimal.
F.
Implementasi SOP
Proses
implemenatsi SOP termasuk setiap langkah yang dibutuhkan untuk memeprkenalkan
SOP kepada setiap orang yang terlibat dalam SOP tersebut dan menjadikan SOP
sebagai bagian penting dalam setiap operasi rutin. Proses implementasi harus
dirancang sedemikian rupa untuk memastikan bahwa :
1. Setiap orang dalam perusahaan mendapat informasi dan
penjelasan mengenai SOP yang telah
diperbaiki ataupun SOP yang baru.
2. Rekapan dokumen SOP didistribusikan sesuai dengan
kebutuhan dan dapat diakses dengan
mudah oleh seluruh anggota perusahaan, terutama yang terlibat langsung dalam SOP tersebut.
3. Setiap personil dalam perusahaan mengerti peran dan
memiliki pengetahuan dan kemampuan
yang dibutuhkan untuk menerapkan SOP dengan benar dan efektif termasuk pemahaman mengenai konsekuensi jika terjadi
kesalahan dalam penerapan SOP
tersebut.
4. Terdapat personil yang bertanggung jawab untuk mengawasi
jalannya proses, mengidentifikasi
permasalahan – permasalahan yang mungkin terjadi dan memberikan dukungan dalam proses implementasi SOP tersebut.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam menjalankan
operasional perusahaan , peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang
sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur
sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia
yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan.
Keteraturan
dan kesistematisan dari prosedur ini, akan memudahkan antar satuan kerja yang
ada dalam melaksanakan tanggung jawab dan tugasnya. hubungan timbal balik yang
lancar akan mewujudkan keseimbangan kerja yang baik bagi karyawan dan
mewujudkan performansi yang handal. Konsistensi terhadap system dapat
terjamin meskipun kunci utama pemegang kerja resign maupun digantikan
dengan orang lain. Peraturan tertulis SOP memudahkan seseorang melakukan suatu
kerja dengan selamat tanpa adanya masalah terhadap keselamatan diri atau pun
pada peralatan yang di gunakan tanpa bantuan orang lain.
B. Saran
Sop sangat penting untuk menggapai tujuan sebuah
perusahaan karena didalamnya tertera ketentuan-ketentuan yang sifatnya mengarahkan
sebuah perusahaan kedalam pencapaian tujuan.
DAFTAR PUSTAKA
